”MUTIARA SAKINAH”
Manusia pemberani bukanlah seseorang yang tidak pernah takut, tetapi seseorang yang takut pada hal-hal yang seharusnya, pada waktu yang tepat dengan cara yang benar.
Keberanian, tidak seperti sidik jari, bukanlah bawaan lahir seseorang. Setiap orang dapat belajar mengembangkan keberaniannya. Dan bila itu ia lakukan dengan sungguh-sungguh, saya percaya ia memperbesar kemungkinan untuk berhasil di dunia dan akherat.
Jadilah kritikus yang sejati, yaitu konsekwen dengan apa yang diucapkan. Jangan jadi kritikus seperti cacing, berani menyuruh yang lain lari cepat, sedang dia sendiri hanyalah menggeliat.
Mulut kita satu, telinga dua. Artinya jadilah pendengar yang baik, bukan ingin selalu menjadi pembicara yang baik tanpa mau mendengarkan pembicaraan orang.
Siapapun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai pada waktu yang tepat demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik bukanlah hal yang mudah. Bila tidak perlu, tak usah marah. Bila terpaksa, marahlah secara bijaksana.
Kedamaian jiwa adalah tersenyum dalam hati bahkan ketika orang lain cemberut.
Kedamaian jiwa adalah kelemah-lembutan, jangan pernah menyakiti orang lain.
Kesulitan dapat diatasi bila dihadapi bukan dihindari
Jikalau kamu percaya bahwa kamu bisa kamu pasti bisa.
Winners hardly complain ; Loosers always point, their finger at others for their failure.
- Orang-orang sukses tak pernah mengeluh, sedangkan
- Orang-orang yang gagal menganggap orang lain sebagai penyebabnya.
- Taburlah pemikiran maka Anda akan menuai tindakan Taburlah tindakan dan Anda akan menuai kebiasaan Taburlah kebiasaan dan Anda akan menuai karakter Taburlah karakter dan Anda akan menuai masa depan
- "Muda itu", bukan usianya namun semangatnya dan "Tua itu" bukanlah lamanya hidup namun arif dan bijaksananya. Maka mencarilah, niscaya engkau akan mendapatkan dan jangan berhenti maka engkau akan digilas sang waktu, karena waktu tidak mengenal negoisasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar