DAYA TARIK WANITA,
TAK SEKEDAR SOAL FISIK SEMATA
Kekuatan atau daya tarik seorang wanita bisa diukur dari berbagai sudut pandang : fisik, tingkat sosial ekonomi, pendidikan dan ini merupakan batu sandungan, bila diagung-agungkan sebagai faktor kebanggan yang berlebih. Tetapi ada yang mempunyai kelebihan lahiriah dan bersikap wajar. Figur ini yang diharapkan banyak orang. Kekuatan yang sangat dasyat “kepribadian” akan mampu menutupi kekurangan ( fisik lahiriah seorang wanita yang tak begitu cantik).
Kekuatan yang sebaiknya dimiliki dan dikembangkan oleh seorang wanita :
Berwawasan Luas
Dalam era globalisasi, tuntutan untuk mengusai ilmu pengetahuan tak dapat ditawar-tawar. Kemampuan seorang wanita menyerap informasi yang ada merupakan suatu kewajiban. Kemampuan belajar di berbagai bidang kehidupan mutlak diperlukan. Dalam pembicaraan tidak sekedar menjadi pendengar tetapi dapat menjadi pembicara yang menguasai permasalahan. Maka kenali topik-topik yang hangat dan topik yang sedang menarik perhatian, sehingga akan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Sopan
Ia megerti apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dilihat dari berbicara dan berperilaku, kesopanan ini sebagai tolok ukur apakah ia merupakan wanita yang memiliki tingkat budaya tinggi atau tidak, juga untuk menunjukkan kualitasnya. Kesopanan sebenarnya juga dapat digunakan untuk mengukur apakah iabisa menghargai dirinya sendiri atau tidak.
Mudah Menyesuaikan Diri
Luwes atau fleksibel, tidak bertentangan dengan norma sosial, hukum, dan agam yang berlaku. Luwes bukan harus ikut terhadap situasi yang ada, lebih dari itu, ia dituntut untuk mampu bersikap kritis dalam menyikapi perubahan-perubahan lingkungan artinya tidak terombang-ambing oleh perubahan. Tingkat fleksibilitas tinggi artinya harus menyaring mana yang harus diterima dan yang harus ditentang.
Memiliki Kepekaan Sosial
Bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tidak untuk dipuji merupakan indikator, apakah ia tidak egois karena ia masih mempunyai kepekaan terhadap kesulitan orang lain.
Bersikap Tegas
Mempunyai prinsip kuat dalam mengerjakan sesuatu, bukan semata-mata didasari oleh kekerasan hati, tetapi lebih banyak berpedoman pada norma-norma yang berlaku. Berani mengatakan benar jika benar dan sebaliknya.
Mampu Mengendalikan Diri
Berpikir sebelum bertindak atau bicara. Cara pengendalian/ mengatur kehidupan emosioanl. Jika menghadapi situasi-situasi yang sulit hal itu akan terlihat. Dengan mampu mengendalikan diri seorang wanita akan mampu mengusai emosi-emosinya dan bukan sebaliknya.
Toleran
Mampu hidup dalam dunia yang heterogen. Kesanggupan memperlakukan orang lain secara adil tanpa mengungkit perbedaan. Ia dipandang sebagai pribadi yang siap bekerja sama dengan siapapun, tanpa meletakkan batas-batas yang akan menghambat hubungannya dengan orang lain.
Memiliki Kehidupan Relegius
Menunjukkan adanya dasar-dasar kuat dalam menjalani proses kehidupan. Apa yang ia pikir dan lakukan, tentu bersumber pada nilai-nilai kerelegiusan dan bukan berarti seorang wanita harus sok suci, munafik, tetapi akan meng-implementasikannya dalam setiap perilaku, tutur kata, dan sikap hidupnya.
-- Sumber : Nova, 25 Mei 2003 --